Pokdarwis Genjot Pengembangan Wisata Religi Makam Jaksa Pamutus di Lebak

Avatar of Redaksi
Redaksi
7 Agu 2026 11:16
Daerah 0
3 menit membaca

Pojokpublik.id Jakarta – Destinasi wisata religi Makam Jaksa Pamutus yang berada di kawasan dekat Waduk Karian, Desa Pasirtanjung, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, semakin ramai dikunjungi masyarakat lokal maupun luar daerah, terutama pada malam Jumat dan akhir pekan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasirtanjung, Arya Megantara, saat acara selamatan dan silaturahmi bersama tokoh adat serta masyarakat di kompleks Makam Jaksa Pamutus, Kamis (6/8/2026).

“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan seluruh pihak untuk menyatukan langkah dalam merawat, mengelola, dan mengembangkan wisata religi ini dengan lebih baik. Tujuannya untuk memuliakan para leluhur, melestarikan adat, budaya, dan kearifan lokal, sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata yang pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian warga serta berkontribusi terhadap PADes Pasirtanjung maupun PAD Kabupaten Lebak,” ujar Arya Megantara yang akrab disapa Kang Mega.

Kepala Desa Pasirtanjung, Suryana, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan wisata religi yang digagas Pokdarwis dan Karang Taruna dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Saya sangat mendukung. Selain Makam Jaksa Pamutus, di Desa Pasirtanjung juga terdapat Makam Jagaraksa yang telah dikenal masyarakat. Mari kita rawat dan kembangkan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Hadi Mulya, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat dijadikan agenda tahunan.

“Ke depan kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan. Kami akan memasukkannya dalam data program sehingga dapat didukung sesuai kemampuan anggaran. Selain itu, perlu dibuat buku profil atau literasi mengenai sejarah Makam Jaksa Pamutus agar pengunjung memperoleh informasi yang lengkap. Kami juga akan mengusulkan agar juru kunci makam mendapatkan honor dari Pemkab Lebak bersama 28 juru kunci lainnya,” ujar Hadi.

Rangkaian kegiatan meliputi ziarah bersama, diskusi, doa bersama, hingga makan bersama (babacakan) dengan menyembelih dua ekor kambing yang merupakan hasil swadaya Pokdarwis, Karang Taruna, dan masyarakat setempat.

Ketua Forum Rembug Masyarakat Waduk Karian, H. Ucu Juhroni, yang memimpin doa bersama, turut menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan sektor wisata dan pertanian di kawasan sekitar Waduk Karian agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan cerita yang berkembang secara turun-temurun, Raden Jaksa Pamutus atau Raden Surya Jayakarta merupakan utusan Kesultanan Banten pada masa pemerintahan Sultan Abul Mahfuz Mahmud Abdul Kadir, Sultan Banten keenam (1682–1690 M). Ia diutus untuk menyelesaikan sengketa batas wilayah, pemanfaatan air sungai dan danau, serta konflik perebutan air irigasi di wilayah hulu Sungai Ciberang.

Selain menyelesaikan persoalan hukum pada masanya, Jaksa Pamutus juga bertugas menjaga batas wilayah hulu Sungai Ciberang agar tetap berada dalam kekuasaan Kesultanan Banten. Sebagai simbol kewenangan, ia membawa sebilah keris yang hingga kini masih disimpan oleh salah seorang warga Desa Pasirtanjung sebagai peninggalan bersejarah. (Gun)

Hari Jadi Pandeglang