Bupati Dewi: Santri Bukan Saja Pandai Mengaji, Tapi Kuat Fisik dan Mental

Avatar of Redaksi
Redaksi
12 Agu 2026 17:50
2 menit membaca

Pojokpublik.co
(PANDEGLANG) – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menegaskan bahwa santri tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam ilmu agama dan mengaji, tetapi juga harus memiliki fisik yang sehat serta mental yang kuat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Dewi saat menghadiri acara Pembinaan dan Pengembangan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) dan Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ikhsan Kadomas, Kecamatan Pandeglang, Rabu (12/8/2026).

Bupati Dewi: Santri Bukan Saja Pandai Mengaji, Tapi Kuat Fisik dan Mental I PojokPublik

Menurut Bupati Dewi, kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Termasuk bagi para santri yang sehari-hari menempuh pendidikan agama sekaligus pendidikan umum.

“Santri bukan saja harus kuat mengaji, tetapi juga harus kuat secara fisik dan mental. Kalau fisiknya sehat dan mentalnya kuat, tentu proses belajar dan aktivitas di pesantren akan berjalan lebih baik,” ujar Bupati Dewi.

Ia mengatakan, keberadaan Poskestren memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan dan edukasi kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Dengan adanya Poskestren, para santri diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pola hidup sehat, serta melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit.

Bupati Dewi juga mengajak seluruh pengelola pesantren, tenaga kesehatan, guru dan para santri untuk bersama-sama membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.

“Pendidikan kesehatan harus menjadi bagian dari pembentukan karakter santri. Kita ingin santri Pandeglang tidak hanya cerdas dan memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga sehat, disiplin dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al-Ikhsan, Hj. Naih Qurrotula’in, menyampaikan bahwa pembentukan Poskestren sangat mendukung peningkatan kesehatan para santri di lingkungan pesantren.

Menurutnya, Poskestren dapat menjadi sarana bagi para santri untuk mendapatkan pengetahuan dan pembinaan mengenai kesehatan, sekaligus mendorong mereka agar lebih peduli terhadap kesehatan diri maupun lingkungan sekitar.

“Kami sangat mendukung adanya Poskestren ini karena sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan para santri,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara pihak pesantren dengan pemerintah daerah, khususnya melalui jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas, dapat terus ditingkatkan sehingga program kesehatan di lingkungan pesantren dapat berjalan secara optimal.

Kegiatan pembinaan dan pengembangan UKS dan Poskestren tersebut turut dihadiri Kepala UPT Puskesmas Pandeglang Hj. Eni Rohaniah, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Pandeglang Ani Permatasari Hakim, Sekretaris Kecamatan Pandeglang Hj. Nunung, serta Lurah Kadomas Emil.

***(HAERUL KODAR,ASEPWE)

Hari Jadi Pandeglang