Daerah

Jabatan Sekda Tambrauw Kosong, Yoseph Metodius Tolak Figur dari Luar

David
×

Jabatan Sekda Tambrauw Kosong, Yoseph Metodius Tolak Figur dari Luar

Sebarkan artikel ini
Jabatan Sekda Tambrauw Kosong, Yoseph Metodius Tolak Figur dari Luar I PojokPublik
Keterangan foto; Yoseph Metodius.

Pojokpublik.id Tambrauw – Yoseph Metodius menegaskan sikapnya kepada Bupati Kabupaten Tambrauw terkait penentuan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang saat ini mengalami kekosongan. Ia menekankan bahwa jabatan strategis tersebut harus diisi oleh anak asli daerah Tambrauw.

“Saya menegaskan kepada Bupati Kabupaten Tambrauw bahwa jabatan Sekretaris Daerah yang saat ini kosong harus diisi oleh anak asli Tambrauw,” tegas Yoseph Metodius, Kamis (30/1/2026).

Yoseph Metodius diketahui saat ini menjabat sebagai Ketua BPC HIPMI Kabupaten Tambrauw, Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Barat Daya, serta mantan Sekretaris DPD KNPI.

Ia menjelaskan bahwa kekosongan jabatan Sekda terjadi setelah Pelaksana Tugas (Plt) Sekda, Yosep Yewen, resmi memasuki masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena Sekda memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda birokrasi dan menjamin stabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujarnya.

Menurut Yoseph, jabatan Sekda harus diisi oleh ASN yang memiliki pengalaman birokrasi yang matang serta kemampuan manajerial yang mumpuni di bidang pemerintahan.

“Sekda harus memiliki pengalaman birokrasi yang kuat dan kemampuan manajerial yang mumpuni demi menjamin efektivitas dan stabilitas pemerintahan daerah,” katanya.

Namun demikian, Yoseph menekankan bahwa siapa pun yang ditunjuk, baik sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Penjabat (Pj), maupun dalam bentuk penugasan lainnya, wajib berasal dari anak asli Kabupaten Tambrauw.

“Siapa pun yang ditunjuk, baik Plt, Pj, maupun penugasan lainnya, wajib berasal dari anak asli Kabupaten Tambrauw,” tegasnya.

Ia menilai jabatan Sekda merupakan hak mutlak anak Tambrauw dan tidak seharusnya diisi oleh pihak luar yang tidak memiliki ikatan sosial, kultural, dan historis dengan daerah tersebut.

“Jabatan Sekda ini adalah hak mutlak anak Tambrauw. Tidak pantas diisi oleh orang luar yang tidak memiliki ikatan sosial, kultural, dan historis dengan daerah ini,” ujar Yoseph.

Yoseph secara tegas menolak praktik “penumpang gelap” yang dibawa dari luar daerah untuk menduduki jabatan strategis Sekda.

“Saya menolak keras praktik penumpang gelap yang dibawa dari luar daerah untuk menduduki jabatan Sekda. Itu bentuk pengabaian terhadap kapasitas, harkat, dan martabat sumber daya manusia lokal Tambrauw,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini sudah banyak anak asli Tambrauw yang secara kepangkatan dan golongan telah memenuhi syarat administratif maupun profesional untuk menduduki jabatan Sekda.

“Faktanya, sudah banyak anak asli Tambrauw yang secara kepangkatan, golongan, dan profesionalisme memenuhi syarat untuk menduduki jabatan Sekda,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Yoseph menilai tidak ada alasan logis maupun regulatif bagi pemerintah daerah untuk mengabaikan potensi ASN lokal.

“Tidak ada alasan logis maupun regulatif untuk mengabaikan ASN lokal dan justru membuka ruang bagi pihak luar masuk dan menguasai jabatan strategis ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan ASN yang bukan merupakan orang asli Tambrauw agar mengedepankan budaya malu dan tidak bersikap rakus dalam merebut posisi Sekda.

“Saya mengingatkan ASN yang bukan orang asli Tambrauw agar mengedepankan budaya malu dan tidak bersikap rakus merebut jabatan Sekda, karena ini adalah hak anak daerah,” katanya.

Yoseph berharap Bupati Kabupaten Tambrauw dapat mengambil keputusan yang bijaksana.

“Saya berharap Bupati Kabupaten Tambrauw dapat mengambil keputusan yang bijaksana dengan menunjuk anak asli Tambrauw sebagai Sekda, sebagai bentuk penghormatan terhadap harkat dan martabat masyarakat Tambrauw serta komitmen nyata dalam pemberdayaan putra-putri daerah,” pungkas Yoseph Metodius. (Abdullah/red)