Muscab PKB Kabupaten Tangerang Ricuh, Aksi Aspirasi Kader Berujung Insiden 

Avatar of Redaksi
Redaksi
11 Apr 2026 12:16
2 menit membaca

Pojokpublik.id Tangerang – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tangerang yang digelar pada Kamis (10/4/2026) berujung ricuh. Kegiatan yang semula berlangsung kondusif tersebut mendadak memanas akibat aksi penyampaian aspirasi dari sejumlah kader di tingkat ranting.

Sejak awal acara, suasana forum berjalan tertib dan penuh nuansa kekeluargaan. Para peserta Muscab mengikuti rangkaian agenda dengan harapan dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi arah organisasi ke depan. Namun, dinamika internal mulai terasa ketika sebagian kader menyuarakan keinginan adanya perubahan dalam struktur kepengurusan.

Aspirasi tersebut disampaikan oleh kader dari Ranting Jayanti yang menginginkan adanya regenerasi dalam tubuh partai. Mereka menilai kepengurusan tidak seharusnya didominasi oleh figur yang sama secara berulang, melainkan perlu adanya penyegaran demi kemajuan organisasi.

Sebagai bentuk penyampaian aspirasi, sejumlah kader membentangkan spanduk aksi di lokasi acara. Aksi tersebut bertujuan agar pesan yang mereka bawa dapat diketahui langsung oleh pengurus tingkat pusat (DPP), terlebih karena agenda Muscab juga dihadiri oleh perwakilan pimpinan partai.

Situasi mulai memanas ketika aksi tersebut memicu reaksi dari kader lainnya. Perbedaan pandangan yang semula disampaikan secara terbuka berubah menjadi ketegangan antar sesama kader di dalam forum.

Salah satu kader, Samsudin, mengungkapkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya hanya bermaksud menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, situasi di lapangan berkembang di luar kendali hingga terjadi insiden dorong-mendorong.

“Pada saat itu kami hanya menyampaikan aspirasi dan membentangkan spanduk. Tiba-tiba saya mendapat dorongan dari salah satu kader hingga akhirnya tersungkur,” ujar Samsudin melalui pesan WhatsApp kepada media.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi internal PKB Kabupaten Tangerang agar ke depan dapat mengelola dinamika organisasi secara lebih bijak dan kondusif. Diharapkan, perbedaan pendapat di antara kader dapat disalurkan melalui mekanisme yang sehat tanpa menimbulkan gesekan yang berujung pada konflik terbuka.

 

(Sitinurjanah)

Hari Jadi Pandeglang
x
x