
Pojokpublik.id Tangerang – Tumpukan sampah yang kian menggunung di sejumlah titik di Kampung Gandu, RT 001/006, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten, memicu keluhan serius dari warga. Kondisi ini dinilai sudah melampaui batas toleransi dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah.
Pantauan di lokasi pada Selasa (5/5/2026) menunjukkan sampah menumpuk di pinggir jalan, sangat dekat dengan permukiman penduduk. Bau menyengat tercium kuat, bahkan dari jarak beberapa meter, menandakan proses pembusukan yang sudah berlangsung cukup lama.
Selain mengganggu kenyamanan, keberadaan sampah tersebut juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Warga mengaku mulai mengalami berbagai keluhan seperti diare, batuk-batuk, hingga gangguan pernapasan yang diduga dipicu oleh lingkungan yang tidak higienis.
Tumpukan sampah didominasi oleh limbah rumah tangga, seperti plastik dan sisa makanan. Kondisi ini semakin diperparah dengan banyaknya lalat yang beterbangan di sekitar lokasi, meningkatkan risiko penyebaran bakteri dan penyakit.
Warga setempat menilai persoalan ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan, melainkan sudah menjadi ancaman kesehatan yang nyata. Apalagi lokasi pembuangan liar tersebut berada di jalur yang sering dilalui masyarakat.
Salah seorang warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan dari pihak terkait. Ia menyebut, laporan sudah berulang kali disampaikan, baik ke pemerintah desa maupun kecamatan, namun belum membuahkan hasil.
“Kami mohon kepada pemerintah, baik di tingkat desa, kecamatan, hingga pusat, agar segera mengambil tindakan. Kami sudah beberapa kali meminta bantuan, tapi belum ada solusi nyata,” ujarnya kepada awak media.
Warga berharap adanya langkah konkret, seperti pengangkutan sampah secara rutin, penyediaan tempat pembuangan yang memadai, serta pengawasan terhadap pembuangan sampah liar agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin dampaknya akan semakin meluas, baik dari sisi kesehatan maupun kualitas lingkungan. Warga menegaskan, penanganan cepat dan tepat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
