
PojokPublik.co(Lebak)
-Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung bersama aliansi BEM Banten Bersatu, menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Provinsi Banten, Senin, 4 Mei 2026.
Aksi tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa dari beberapa BEM se-Provinsi Banten. Dalam aksinya, BEM USBR menyoroti sejumlah persoalan pendidikan di Kabupaten Lebak yang dinilai mendesak untuk segera ditangani.
Poin pertama yang disorot adalah tingginya angka putus sekolah. Berdasarkan data Pusdatin Kemendikbudristek, tercatat 22.564 jiwa di Kabupaten Lebak mengalami putus sekolah. Presiden Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Rizqi Ahmad Fauzi, menyebut kondisi ini sebagai alarm darurat.
“Tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Lebak menjadi sebuah alarm atas matinya pendidikan di daerah ini. Pemprov Banten harus turun tangan untuk mengevaluasi pendidikan di Lebak yang penuh akan carut-marut,” tegas Rizqi.
Selain itu, BEM USBR juga menyoroti buruknya sarana dan prasarana pendidikan, terutama di daerah marjinal. Banyak bangunan sekolah yang sudah lapuk dan tidak layak pakai namun masih digunakan untuk proses belajar mengajar.
“Beberapa fasilitas pendidikan di Kabupaten Lebak menjadi permasalahan yang tidak pernah terselesaikan. Bangunan-bangunan yang sudah lapuk dan tidak layak pakai masih tetap digunakan untuk proses pembelajaran. Ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap konstitusi,” ujar Rizqi.
Isu terakhir yang diangkat adalah kesejahteraan guru honorer yang disebut sebagai masalah klasik. Rizqi mengingatkan pentingnya peran guru bagi peradaban bangsa.
“Ketika Jepang diluluhlantakkan oleh Sekutu Amerika, pertama kali yang ditanyakan kepada prajurit oleh Kaisar Hirohito adalah hitung jumlah guru yang tersisa. Artinya, guru merupakan kunci peradaban bangsa. Tanpa guru maka peradaban akan musnah,” pungkasnya.
Melalui aksi ini, BEM USBR mendesak Pemprov Banten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten secara umum.
**
(penulis Dhana surya)
